Earth not understanding yet

"kekayaan media sebagai abdian sejarah untuk mengingatkan kawan-kawan dalam perjuangan yang panjang dan tak berjeda"

Tanah yang masih terangkat oleh sebuah sistem buruk rupa feodalisme dan juga kepanjangan tangan, sumber kehidupan Imperialisme

Berlandaskan dari argument rakyat progresif. Rakyat yang telah sadar akan ketertidasannya. Rakyat buruh progresif yang mengetahui nilai lebih perusahaan. Rakyat tani yang menentang tuan feodal. Rakyat mahasiswa progresif yang menggunakan intelektualnya untuk lepas dari ketertindasan rakyat dan untuk mewujudkan pendidikan murah, demokratis, dan diabdikan untuk rakyat. Rakyat Perempuan progresif yang menggunakan solidaritas kaumnya untuk perjuangan pembebasan dari ketertindasan rakyat. Tidak soal perbedaan jenis, ras, kecerdasan, dll. Tetapi hanya karena kontradiksi antara klas penindas dan klas tertindas.

Gerombolan manusia bermoral dan etika yang sedang memperluas solusi konkrit atas penindasan. Membuka seluruh lorong kesejahteraan pada semua orang yang ingin melakukan perjuangan hajat hidup orang banyak.  Mereka melakukan ini untuk menegaskan kembali esensi manusia yang tidak lagi saling menindas. Kesejahteraan manusiawi milik gemerlap dunia seisinya. Sudah saatnya penindasan manusia atas manusia tidak lagi menjadi pendiskusian panjang intelektual tanpa pangkal. Bagi mereka solusi itu sudah jelas dan awal kemunculannya hingga saat ini tidak pernah terbantahkan. Kontradiksi manusia dengan lingkungan sudah menanti, atau alam akan mendahului pembahasan, sehingga kita tidak mampu lagi berbicara antisipasi, bahkan keributan antar kita masih bergelora. “Kami serukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk kembali pada barisan sejatimu dan kami siap terkomando”. Itulah mereka penuh kepastian, keyakinan, ketegasan, dan kreatifitas yang tidak mereka gunakan kecuali untuk perjuangan rakyat.

Pemetaannya atas kondisi dan situasi hari ini menyepakati bahwa kebersatuan manusia tertindas dalam ranah perjuangan menuntut hak dasar adalah langkah utama. Pernyataan kawan dan lawan semakin jelas, sehingga pemahaman bahwa mereka adalah bagian dari rakyat semakin menegaskan tekad bulat satu garis.

Propaganda yang menjadi istilah awal perjuangan. Pemahaman ini bukan milik mereka, bukan milik kami, dan juga bukan milik kita, tapi milik semua manusia yang menginginkan kesejahteraan. Sehingga pesan-pesan bait propaganda selalu kami sampaikan kapanpun, dimanapun, dan kepada siapapun.

One thought on “Earth not understanding yet

  1. Pingback: Design « socialcomune

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s