Demokratis Nasional Struggle

"This the real struggle"

"Perjuangan bukanlah hak, namun adalah sebuah kewajiban sebagai manusia beradab hingga masa mendatang"

Persembahan kedua untuk kawan semesta perjuangan Demokratis Nasional yang masih percaya akan kepastian perubahan, masih konsisten, tidak berlaku sebagai pecundang ataupun pengkhianat. Jargon yang pernah kita junjung bahwa “mundur adalah pengkhianatan, yang akan selalu melekat pada diri kita”.
Bentuk ibadah tertinggi disetiap agama adalah bagaimana kita menjaga hubungan antar manusia. Sedangkan perjuangan ini tidak sekedar memperjuangkan hal itu, tapi juga perjuangan yang terjauh dari kedzaliman dan juga tidak melupakan bahwa dirinya adalah bagian yang berjuang karena haknya perlu diperjuangkan. Hubungan antar manusia perlu permak habis-habisan, basis hubungan produksi yang menindas adalah penyebab utama kegalauan dunia ini.

Bukan rahasia umum lagi, bahwa penindasan dan penghisapan sudah menjamur di Indonesia.

Perampasan tanah di berbagai penjuru daerah yang tidak pernah bosan dituliskan pada setiap sudut media. Rentetan pelecehan kekuatan rakyat oleh negara dengan fitnah murahan atas nama tindakan kriminal. Penangkapan atas tuduhan kriminal yang sama sekali tidak benar telah digembar-gemborkan, seakan pahala menyertainya. Tinggallah seonggok bangkai tak berolah jika masih ada yang mempercayai tuduhan kriminal tersebut. Tindakan represif tidak jarang kita dengar tetapi jarang kita perhatikan. Tragedi Alastlogo, Semanggi, dll hampir luput dari analisa intelektual yang katanya Progresif. Padahal ini adalah bukti nyata dari peran negara sebagai Tuan feodal. Peran tersebut sekilas mengingatkan kita pada masa Feodalisme. Luar biasa, topangan kapitalis dunia yang beranjak dewasa dengan bentuk Imperialisme sangat berpengaruh, yang kemudian mengubah kelakuan Feodalisme untuk berbicara komoditi. Era ini bentukan 2 komponen hubungan produksi kapitalisme dan feodalisme dengan sebutan Setengah jajahan-setengah feodal.

Kepanjangan tangan tuan imperialisme tidak sebatas sektor agraria, namun bentuk lamanya juga menjadi sekawan produksi yang membasis produksi pada sektor jasa dan Industri manufacture di Indonesia. Unsur kapitalisme yang diterapkan di pabrik-pabrik atau bahkan di kampus merebak bagai jamur dimusim hujan. Mereka senantiasa bercengkrama di tengah penderitaan rakyat. Nilai lebih (profit) yang diambil dari kerja lebih buruh menjadi topangan hidup kapitalisme tersebut.

Saat ini, ketika orang tuli mampu mendengar rintihan tangis lapar korban hukum rimba tertata, ketika orang buta melihat ketertindasan yang tak lagi sayup, ketika si bodoh mulai bicara ketertindasan dan perubahan, ketika makhluk jahanam bicara kebaikan dan kontrachange. Tepat dan rapat perjuangan tanpa jeda di atas penderitaan berakar sistem ekonomi Setengah jajahan-Setengah Feodal digemborkan dan membumi hanguskan jahanam lalim anti rakyat.

5 thoughts on “Demokratis Nasional Struggle

  1. Pingback: DemNas « socialcomune

  2. Jika kau menginginkan sesuatu yg belum pernah kau miliki, maka kau harus bersedia melakukan sesuatu yg belum pernah kau lakukan.

  3. betul sekalli kawan,imperialisme dan basis sosialnya feodalisme harus dibumi hanguskan guna terbebasnya rakyat semesta perlawanan dari sistem yang menindas dan menghisap.tapi sebelum itu satukan kekuatan rakyat untuk melakukannyaaaa

    • ok, brother…
      sistem sosial yang terdapat basic structure sistem setengah jajahan- setengah feodal lah yang menjadi persoalan untuk segera di hapuskan…
      segala bentuk media publik, akan menjadi salah satu instrumen yang dapat mengantarkan patahan pola berpikir menjadi satu kesatuan holistic…
      Saat ini pemerintah China telah melakukan control atas media internet, guna melakukan filtrasi budaya dan pengawasan, hal tersebut telah mamp membongkar kasus korupsi yang terjadi.
      Negara tersebut menyadari akan hegemoni kapitalistik tak mendidik yang tersebar luas, Hebatnya pemerintah mampu memfasilitasi pembatasan penggunaan internet dengan media-media lain yang dikelola dalam negri, dan lebih aman konsumsi…
      Paradigma shift bidang kebudayaan akan semakin disemarakan di negara tersebut tentunya dengan ditopang dengan sistem ekonomi nasionalnya yang tidak hanya berdinamika dengan angka-angka sesat, ekonomi sektor riil tentunya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s