Imperialism Rejected From The World

“Perjuangan yang paling suci adalah berjuang melawan Imperialisme, dimanapun dan kapanpun”

Ernesto Che Guevara

Ketika bangkitnya kapitalisme dunia yang disempurnakan oleh nabi keynes dan diimplementasikan oleh negara-negara kapitalisme pasca perang dunia ke II. Dalam konferensi yang dalihnya mengatasi depresi pasca perang ini, negara kapitalisme melirik pada teori john maynard keynes, bahwa negara harus melakukan intervensidi setiap sektor, terutama pada segi pendidikan, kesehatan, dll. Sehingga masa itu telah menjadi masa transisi antara sistem kapitalisme menuju puncak tertingginya yaitu kapitalisme monopoli atau (Imperialisme). Bentuk barunya ini yang memiliki perbedaan yang cukup fundament dengan bentuk kapitalisme sebelum PD II. Imperialisme melakukan pembagian wilayah di dalam dunia, kapitalisme yang sudah mencapai puncaknya dengan menambahkan hubungan produksi yang monopolistik, dan kini pembagian wilayah ini sudah selesai. Secara ekonomi, Imperialisme juga telah melakukan pemggabungan antara Capital Industri dan Capital Bank menjadi Capital Finance.

Kerakusan monopolinya yang hampir di setiap penjuru dunia, juga merambah di Indonesia, bahkan Indonesia adalah salah satu negara yang menjadi basis kekuatan dari Imperialisme US. Argumen ini berdasarkan pada:

  1. Free Port Indonesia (yang bukan milik Indonesia) menyumbang pendapatan negara (Pimpinan Imperialisme) Amerika Serikat hingga  US$5,9 miliar pada tahun 2009 dari total pendapatan perusahaan Free port yang mencapai US$15,04 miliar. Free PortIndonesia adalah cabang berpenghasilan terbesar. Indonesia hanya mendapat belas kasih melalui pajak penghasilan badan US$490 juta, pajak penghasilan karyawan, pajak daerah serta pajak-pajak lainnya sebesar US$106 juta, dan royalti US$38 juta, pada esensinya kekayaan alam itu milik Indonesia, yang seluas – luasnya dapat rakyat kelola.
  2. Letaknya yang strategis sehingga menjadi jalur perdagangan dunia. Pintu gerbang ASEAN.
  3. Jumlah penduduk yang kini semakin berkembang pesat, pada tahun 2010 melebihi angka proyeksi nasional sebesar 237,6 juta dengan tingkat laju pertumbuhan penduduk sekitar 1,49 persen. Laju pertumbuhan penduduk di Indonesia yang berada pada posisi keempat dunia itu cukup tinggi. Hal ini merupakan pangsa pasar yang luar biasa ditambahkan lagi penanaman budaya konsumerisme yang semakin marak di Indonesia.
  4. Besarnya jumlah penduduk ini yang sebenarnya tenaga produktif tanpa daya tawar sehingga memperkecil salaries cost. Dengan dibentuknya spesifikasi keahlian melalui SMK dan institusi pendidikan lainnya menghasilkan tenaga produktif yang terlatih namun tidak terdidik.

Inilah bentuk negara setengah jajahan Imperialisme. Persemayaman Imperialisme di Indonesia telah ditopang oleh hubungan produksi yang beberapa abad lalu kita kenal, yaitu hubungan produksi feodalisme. Masuk sistem bejat puncak kapitalisme monopoli ini telah melakukan perubahan dalam sistem feodalisme di Indonesia. Pra Imperialisme merajalela di dunia tentunya sebelum Perang Dunia II(world war II) , proses produksi feodalisme hanya untuk memenuhi kebutuhan personal (tidak dijadikan barang komoditi). Namun pasca masuknya fasr Imperialisme menguasai dunia, proses produksi feodalisme mengabdi pada kepentingan Imperialisme yang kemudian proses produksi ini kita kenal dengan sebutan setengah feodal.

2 thoughts on “Imperialism Rejected From The World

  1. Pingback: Imperialism Rejected From The World « socialcomune

  2. His impressive come into contact with /language added salt to understand more about going to be the story.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s