Mahasiswa UTY aksi di kopertis

Aksi lanjutan paska demonstrasi di kampus 2 UTY dilaksanakan pada hari senin tanggal 13 Juni 2011. Aksi ini dilakukan atas dasar, 5 orang mahasiswa UTY yang ikut memperjuangkan pembentukan BEM pada tanggal 31 Mei lalu dikenai sanksi. Diantaranya 2 orang Drop out, 1 orang skorsing selama 1 tahun, dan 2 orang lainnya skrosine 6 bulan.

Pagi in tanggal 13 Juni 2011, mahasiswa dari berbagai kampus di yogyakarta telah melakukan aksi massa. Di mulai dengan konvoi dari Indomaret yang terletak di depan kampus 2 UTY, melewati pusat kota, dan menuju kantor koordinasi perguruan tinggi wilayah v. Massa aksi terdiri dari : mahasiswa UTY, FMN (Front Mahasiswa Nasional ) cabang DIY, SMI, Pembebasan, Perempuan mahardika, PMII, dan berbagai organisasi mahasiswa lainnya.

Dalam aksi ini mahasiswa menuntut :

1. Cabut sk Rektor tentang DO dan skorsing.

2. Legalkan BEM UTY.

3. Demokratisasi Kampus.

Aksi ini mendapatkan respon dari pihak Kopertis yang akan menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada rektor UTY. Hal ini sering dilakukan dan hanya menjadi reflek dari pihak birokrasi untuk meredam semangat mahasiswa. Di lain sisi, peristiwa ini dapat memicu gejolak mahasiswa secara luas, karena pada esensinya hampir setiap kampus di Yogyakarta dan Indonesia sedang dalam transisi aplikasi Rancangan Undang-Undang Perguruan Tinggi. Walaupun masih dalam pembahasan di DPR RI dan bersifat RUU, namun kebijakan ini sudah di uji coba di beberapa kampus termasuk UGM. Terindikasi kampus-kampus yang lain sudah melakukan uji coba terhadap UU ini, hal ini diperkuat dengan kebijakan-kebijakan kampus yang hai ini semakin represif dan mengarah pada UU tersebut. Masih berkaitan dengan aksi yang dilakukan mahasiswa di UTY, diindikasi juga merupakan aplikasi dari UU Perguruan Tinggi. Kelak dengan disahkan UU ini Universitas memiliki wewenang khusus dalam mengatur lembaga mahasiswa. Dan praktek penolakan pembentukan BEM oleh UTY secara tersirat di payungi oleh UU ini. Padahal secara hukum, sangat bertentangan dengan HAM(hak asasi manusia) yang mengatur hak sipil politik, serta UUD 1945 tentang kebebasan berpendapat, berkumpul, dan berorganisasi.

Beberapa pasal lainnya dalam RUU Perguruan Tinggi yang terindikasi turunan Sisdiknas ini cukup merugikan mahasiswa. Utamanya pemihakan pemerintah dengan bantuan biaya pendidikan yang hanya mengutamakan pelajar yang berprestasi dan tidak mampu saja. Sedangkan esensi pendidikan seharusnya mengubah manusia yang tidak berprestasi menjadi berprestasi.  Hal ini juga belim memihak kepada mahasiswa yang yang kurang mampu, dan jika kita telaah dengan sederhana, maka pelajar tidak berprestasi dan tidak mampu secara ekonomi tidak akan pernah mampu memdapatkan prestasi. Sehingga sekali bodoh akan tetap bodoh selamanya, sekali miskin akan tetap miskin, dan prestasi pelajar yang belum masuk nominasi akan dibodohkan dan tetap tidak mendapat akses pendidikan. Inilah Negri Indonesia, negara penghasil pembodohan terbesar dan buruh termurah.

LOOK NEWS IN TribunJogja e-paper

6 thoughts on “Mahasiswa UTY aksi di kopertis

  1. T-A-I ASUUUU sok politik…, sok2an…,ra mudeng2 opo2.., plang aja loe ke negara lo sana cap kaki3

    isone mong ngomong tok..,,durung iso ngolek dwit dewe wes sok2 an.., ra isin karo wong tuoo…,

  2. memang sewajarnya begitu……

    jika yang kurang pandai + tidak mampu di beri beasiswa, maka yang kurang pandai tersebut akan semakin malas untuk belajar, malah membodohi dirinya sendiri dan dari pada untuk hal yang tidak berguna, lebih baik untuk membangun Rumah Sakit Jiwa.

    • Jika seperti itu halnya, secara tidak langsung kita katakan bahwa orang tidak pandai sekalipun ketika dia memiliki kemampuan secara ekonomi akan diberikan kelonggaran dalam akademik. Sedangkan kemampuan ekonominya secara empiris kita melihat adalah kemampuan ekonomi orang tua.
      Sebenarnya dalam artikel ini saya hanya ingin mengambarkan adanya diskriminasi pendidikan di Indonesia. Seperti apa dampak teknisnya kelak tidak menjadi hal pokok. Karena dalam UU kita sudah terang menjelaskan Pendidikan yang tidak membedakan golongan, suku, atau kasta sosial ekonomi lainnya. Dengan kata lain secara UU Indonesia menegaskan penolakannya terhadap diskriminasi pendidikan.

      maaf jika penjelasan kurang jelas, harapannya jawaban ini tidak menthok dan masih dapat saudara anwar kritisi lagi.

  3. Untuk rekan-rekan di atasnya, saya ucapkan banyak sekali terima kasih.
    Kalian sudah memberikan contoh tentang apathisnya pikiran orang – orang yang tidak lain hasil sistem Setengah Jajahan-Setengah Feodal. Sikap frustasi dari cacian kawan – kawan, memperlihatkan beratnya mencari uang untuk mengembirakan hati dan membantu orang tua.
    Perlu kawan ketahui, seberapa bangganya orang tua saya ketika melihat saya turun ke jalan dan berbicara Pendidikan murah, kesehatan murah, naikan gaji buruh, dsb. Karena penjelasan yang runtut dan mampu dimengerti oleh orang tua saya, maka mereka mendukung dan bahkan memfasilitasi itu.
    Terima kasih kawan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s